Kencur

Beritahu teman anda :


Kencur

I.     Deskripsi Tanaman

Kaempferia galanga Linn. Tanaman obat yang juga mempunyai sebutan lain cikur, cakur, bataka, humapoto, dan kencor ini termasuk dalam famili Zingiberaceae. Tanaman berupa terna musiman ini banyak dijumpai di India, Asia Tenggara, dan Cina.

Kencur mempunyai batang semu dengan tinggi yang dapat mencapai 20 cm. Rimpangnya yang berwarna putih tumbuh memanjang ke bawah sampai 2-3 cm dengan diameter 1,5 cm. Daging rimpang tidak berserat, berempulur transparan, bercabang, berdesakkan dan berkulit cokelat licin mengkilap. Beraroma khas, yaitu rasanya pedas, hangat, dan sedikit pahit.

Daunnya berbentuk elips, tunggal, berdaging agak tebal, dengan warna bibir daun agak keunguan. Daun ini tersusun duduk berhadapan dan gugur atau hilang saat masa istirahat (dormansi). Bunganya yang beraroma wangi ini memiliki warna yang menarik yaitu ungu, dengan pangkal bunga putih dan muncul di antara helaian daun teratas.

II.   Kandungan Kimia

Kandungan kimia yang terdapat dalam kencur, antara lain, minyak atsiri antara 2-4% yang terdiri atas senyawa: borneol, kampen para-metoksistiren, karen para-metoksi-sinamat, dan pentadekan.

III.  Manfaat untuk Kosmetik

Kencur banyak dimanfaatkan sebagai ramuan obat-obatan. Selain itu, kencur juga banyak digunakan sebagai bahan kosmetik untuk ramuan kebugaran, campuran bedak dingin, masker, dan juga untuk pelangsing tubuh.

Para wanita yang sedang dalam masa nipas pasca melahirkan sangat dianjurkan menggunakan kencur sebagai tapel dan bedak dingin untuk menjaga organ-organ tubuh agar kencang kembali. Demikian juga untuk perawatan kulit agar tidak cepat keriput.